Jum. Feb 23rd, 2024
MPLM NURUT TAQWA

Sebanyak 70 Peserta Didik Baru (PDB) mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Madrasah (MPLM) di Kelas Putra, Kelas Putri dan Aula MA Nurut Taqwa. Agenda tersebut dilaksanakan selama empat hari dan berakhir pada Sabtu (21/7).

Hari pertama diisi dengan tiga agenda, yaitu pembukaan MPLM, Materi I (Tata Tertib Madrasah) oleh Mr. Nurdin, S.Pd dan Materi II (Profil Madrasah) oleh Kepala Madrasah, Erfan, M.A. Dalam kesempatannya, Mr. Nurdin menyampaikan bahwa tata tertib MA Nurut Taqwa sangat khas, karena siswa juga diminta untuk mematuhi aturan-aturan kesantrian, seperti menjaga jarak dengan siswa lain jenis, berkomunikasi dengan lemah-lembut dan menjaga sopan santun kepada seluruh warga sekolah.

Materi II disampaikan dengan sangat menarik. Pasalnya kepala madrasah berhasil menyedot perhatian Peserta Didik Baru (PDB) dengan menceritakan secara komprehensif sejak awal berdirinya lembaga hingga saat ini. Tidak hanya itu, beliau juga menampilkan prestasi-prestasi madrasah di tingkat lokal, kabupaten, wilayah dan nasional. Beliau menyatakan bahwa MA Nurut Taqwa berkomitmen untuk mendorong dan mengawal para siswanya agar lebih berprestasi.

Sementara materi Wawasan Wiyata Mandala dan Keorganisasian disampaikan pada hari kedua. Anwari Nuril Huda, S.Sos.I bertugas menyampaikan materi pertama. Ia memaparkan prinsip dan fungsi lembaga pendidikan, serta tupoksi warga madrasah dari kepala madrasah, guru, staf dan siswa. “Madrasah adalah tempat pendidikan karakter, menempa diri, belajar bersosialisasi, ajang penumbuhan dan pengembangan kreativitas. Oleh karenanya kita semua harus membangun lingkungan yang kondusif, hangat dan menyenangkan sehingga kita bisa belajar dengan baik,” tutur penerima Beasiswa Diktis S2 di UIN Sunan Kalijaga itu.

Materi Keorganisasian disampaikan oleh Sidik Mursidi, S.Th.I. Selama menempuh pendidikannya di UIN Sunan Kalijaga ia aktif di beberapa organisasi, misalnya PMII dan Al Mizan UIN Sunan Kalijaga. Oleh sebab itu ia dianggap pribadi yang sangat tepat untuk mengkonstruk paradigma siswa baru terkait organisasi.

Beliau menyampaikan bahwa berorganisasi sangat penting dan menarik. Menurutnya, organisasi mengandung banyak manfaat, di antaranya: seseorang akan memiliki banyak kenalan dan jaringan luas, dimana keduanya akan memperkaya pola pikir seseorang sehingga ia akan lebih bijak dalam menyikapi perbedaan.

Hari ketiga didesain sebagai ajang kreativitas siswa baru dan implementasi materi-materi hari pertama dan kedua. Sedangkan hari terakhir diisi dengan penutupan dan pemberian hadiah pada masing-masing kategori, seperti siswa paling aktif, siswa kreatif-inovatif, kelompok paling kompak dan kelompok paling seru.

“Saya senang mengikuti MPLM. Selain mendapatkan ilmu baru, saya juga merasa lebih dekat dengan sekolah, lebih akrab dengan teman angkatan dan kakak-kakak kelas,” ungkap salah seorang peserta MPLM asal Cermee Bondowoso.

Agenda tahunan ini dikonsep dan dilaksanakan oleh siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Nurut Taqwa masa bakti 2018-2019, sedangkan kepala madrasah beserta para guru mengawal dan memfasilitasi proses pelaksanaan MPLM dari konsep hingga pelaksanaan teknis di lapangan.

“Kami sengaja memberikan porsi yang cukup besar kepada OSIM untuk mengonsep dan melaksanakan kegiatan sekolah agar mereka terbiasa dan siap berkontribusi di ranah yang lebih luas, yakni dunia kampus dan masyarakat” tutur Nuril Anwaril Huda, S.Pd.I. (Anwari)

Postingan terkait..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.