Sen. Jul 15th, 2024

RAYAKAN HARLAH KE-41, NURUT TAQWA UNDANG TIGA ULAMA KONDANG

By Pengurus Pesantren Mei26,2017
HARLAH KE-41 PP NURUT TAQWA

Pada tanggal 24 Mei 2017 Pondok Pesantren Nurut Taqwa merayakan hari lahirnya yang ke-41. Ratusan masyarakat memenuhi halaman pesantren tahfidzul qur’an yang bersebelahan dengan dua gedung SMK Tekhnik Pengelohan Hasil Pertanian (TPHP).

Acara dimulai pukul 19:00 WIB dengan lantunan pujian kepada baginda Muhammad SAW yang dipimpin oleh Grup Hadrah 514 TNI Bondowoso dan Grup Hadrah Nurut Taqwa secara bergantian. Hadirin terlihat hanyut dalam pembacaan shalawat nabi.

Setelah KH. Ma’shum Zainullah membuka acara secara formal, maka dilanjut dengan wisuda tahfidzul qur’an angkatan kedua. Wisuda ini ditandai dengan penyematan sorban hijau oleh Kepala Pesantren, KH. As’ad Nawawy Ma’shum, S.Pd.I dan pemberian syahadah tahfidz oleh Ketua Yayasan, KH. Barri Sahlawi Zain, M.Si.

Selepas prosesi wisuda, Habib Hasyim bin Abdullah Assegaf menyampaikan mauidzah pada urutan pertama. Dalam ceramahnya, beliau menekankan semangat pencaharian cahaya ilahi sebagai penerang hidup. Habib asal Banyuwangi tersebut bercerita bahwa ada berita seorang anak yang tega membakar ibunya karena ia tidak diberi uang Rp. 300.000 untuk membeli handphone. Ada juga anak perempuan yang bunuh diri di kamarnya karena tidak diijinkan keluar rumah oleh orangtuanya. Fenomena ini –menurut beliau– disebabkan oleh hilangnya penerang hidup. Dan, tempat paling efektif untuk mencari serta mendapatkan obor kehidupan adalah lembaga pondok pesantren. “Maka berbahagialah bagi kita yang menitipkan keluarga kita di pesantren” imbuhnya

Sedikit berbeda, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy memfokuskan pada penguatan tauhid. “Sebelum dilahirkan ke dunia, semua manusia sudah berbaiat bahwa Allah SWT adalah tuhannya” ungkapnya. Oleh karenaya, beliau berseru agar kita semua senantiasa memelihara aqidah hingga akhir hayat. Di samping itu, beliau juga mewanti-wanti agar umat muslim tidak mudah mempercayai berita-berita dari media sosial, lebih-lebih berita ‘fitnah’ keluarga nabi (habib) maupun ulama’. Beliau khawatir berita tersebut tidak benar (hoax) dan memang sengaja dibuat untuk merusak hubungan kepada mereka.

Di penghujung acara, karena jam sudah menunjukkan pukul 00:10 WIB, KH. Moh. Zuhri Zaini, BA (Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo) langsung memimpin do’a meski semula beliau dijadwalkan menyampaikan ceramah agama. Beberapa poin dalam bait do’anya, beliau memohon kepada Allah agar semuanya yang didapat oleh jama’ah menjadi berkah, santri nurut taqwa menjadi lentera kehidupan dan seluruh umat islam selamat dunia dan akhirat. (anh)

Wisuda Tahfidzul Qur'an Wisuda Tahfidzul Qur'an

Postingan terkait..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.