Rab. Okt 7th, 2026

Pemerintah itu duitnya banyak, orang pintarnya juga tak kalah banyak, tapi untuk menangani hal-hal teknis, mereka tiba-tiba jadi gak pinter sama sekali. wkwkwk. Ini tulisan dari kekesalan penulis tentang fasilitas-fasilitas pemerintah (soal pendidikan) tentunya yang gak masuk di nalar sama sekali. Terkhusus, bagian kemenag. hehehe.

Meskipun, penulis juga orang-orang kemenag dan pernah disusui oleh kemenag untuk belajar di universitas negeri sekian tahun silam. But, namanya kritikan ya, gitu lah. Almarhum bapak pernah bilang, orang mengkritik karena melihat. Penulis kuliti satu-satu:

Pertama, soal EMIS. Mereka tentunya sudah merekrut orang-orang terbaik untuk bekerja di balik EMIS Madrasah itu, tetapi, sampai saat ini problemnya masih sama, mereka tetap merilis versi terbaru tetapi lupa, masalahnya di bottleneck antrian yang mengesalkan. Mau update data harus nunggu jam sekian, operator harus bergadang, ini bukan program administrasi, ini tumbal operator. hahaha.

Miris sekali. Kedua, Akgtk yang dilaksanakan tadi siang, harus error di tengah jalan dan ada beberapa guru yang terpaksa keluar dari sesi karena error. Pertanyaannya? Mereka sadar gak sih kalo servernya bakal dipakek oleh guru madrasah seluruh indonesia. Sungguh di luar nurul.

Anggaran miliaran hingga triliunan untuk infrastruktur IT seharusnya tidak lagi membuat operator menunggu hanya untuk memperbarui data, angka miliaran juga seharusnya tidak membuat guru-guru yang sedang ujian tersendat hanya gara-gara wifi mati di tengah jalan. Kemenag banyak menelurkan orang-orang terbaik melalui beasiswa mereka di sekolah-sekolah teknik seperti ITS, ITB dan kampus-kampus lain, tetapi yang direkrut tetep orang-orang gaptek, non-techie dan moron soal teknologi itu.

Mungkin sudah saatnya Kemenag berhenti cuma memoles tampilan luar aplikasi, dan mulai mendengarkan jeritan para operator di garis depan. Karena sebagus apa pun jargon digitalisasi, kalau ujung-ujungnya masih bikin pusing rakyat sendiri, ya sama saja kadzzabbbb. wkwkwk

Sumber :

https://jatim.kemenag.go.id/artikel/43143/kementerian-agama-terbitkan-se-nomor-30-tahun-2025

By Ibnu Husain

Santri Nurut Taqwa yang hobi ini dan itu.

Postingan terkait..