Jum. Apr 19th, 2024
logo RMI

Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Kabupaten Bondowoso melalui rapat kerja yang digelar pada tanggal 29 September 2016 menyusun program kerja kepengurusan untuk masa khidmat 2016-2021. Beberapa program prioritas yang disepakati diantaranya; penguatan pesantren sebagai wadah tafaqquh fiddin (pendalaman ilmu agama) dan kaderisasi ulama, peningkatan kwalitas sdm di bidang managemen dan tata kelola pesantren, pengembangan potensi ekonomi pesantren, penguatan jaringan, optimalisasi peran pesantren sebagai benteng akidah ahlussunnah wal jama’ah an nahdliyah dan program pesantren binaan. Disamping membahas program kerja pertemuan tersebut juga sebagai ajang silaturrahmi, taaruf dan konsolidasi internal pengurus pasca pelantikan pengurus Lembaga dan Banom di lingkungan Jam’iyah Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso pada 24 Juli lalu.
Selain dihadiri oleh pengurus harian dan divisi, rapat kerja yang diselenggarakan di ruang meeting Cafe Orilla Bondowoso tersebut juga dihadiri oleh pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso DR. H. Mas’ud Aly, M.Pd yang menjadi koordinator langsung lembaga RMI. Dalam sambutannya beliau menyampaikan harapan agar RMI dapat meningkatkan peran sebagai komunikator program NU kepada pondok-pondok pesantren di Bondowoso. “sebagus apapun program NU kalau tidak dipahami oleh warga nu dan juga pengasuh pesantren tidak ada artinya”, paparnya. Beliau juga meminta agar RMI menjadi mediator antara NU dengan pesantren. “NU tanpa pesantren tidak akan eksis”, tambahnya.
Ketua RMI Bondowoso, H. Barri Sahlawi Zain, M.Si yang bertindak sebagai pimpinan rapat program kerja dalam pengantarnya menyampaikan bahwa program kerja RMI mengacu kepada hasil KONFERCAB NU tahun 2016. Selain itu menurutnya program kerja RMI juga mengacu kepada beberapa dokumen seperti hasil rapat kerja RMI pusat, program kerja RMI Wilayah Jawa Timur serta dokumen keputusan tata kelola RMI NU. Sebelum pembahasan program kerja terlebih dahulu pimpinan sidang menyampaikan draft visi misi RMI sebagai panduan perencanaan program kerja yang dibagi kepada empat divisi yaitu divisi pendidikan dan pengajaran (taklim wa tadris), divisi pengembangan pesantren, divisi jaringan dan kerjasama dan divisi informasi dan data. Dalam dinamika pembahasan program, peserta sidang lebih banyak menyoroti lemahnya peran pesantren dalam memposisikan diri sebagai wadah tafaqquh fiddin dan semakin langkanya kaderisasi ulama di kalangan pesantren. Itulah sebabnya pembahasan divisi taklim wa tadris yang membawahi program tafaqquh fiddin memakan porsi waktu lebih banyak ketimbang ketiga divisi lainnya. Beberapa bentuk kaderisasi yang diusulkan diantaranya berupa program penguatan wawasan keulamaan, penguatan pesantren sebagai wadah tafaqquh fiddin, maksimalisasi penyelenggaraan metode baca kitab cepat baik dengan cara menyelenggarakan sendiri maupun melalui pengiriman kader kepada beberapa pesantren di Jawa Timur dan lain-lain.
raker RMISekretaris RMI NU Bondowoso, Mustaqiem Makki, M.Si usai pembahasan program kerja menyampaikan bahwa dalam waktu dekat RMI akan segera menyelenggarakan kegiatan tindak lanjut berupa RAKORCAB (Rapat Koordinasi Cabang) dengan melibatkan pengasuh-pengasuh pesantren se-Kabupaten Bondowoso. “Acara rakorcab nantinya akan kita jadikan wadah silaturrahmi PCNU, PC. RMI, pengasuh-pengasuh pesantren dan instansi terkait sekaligus untuk mensosialisasikan program kerja RMI”, ungkapnya. Direncanakan program tesebut akan dilaksanakan pada bulan Nopember mendatang dengan menghadirkan pengurus wilayah dan beberapa pihak yang menjadi mitra kerjasama PW. RMI seperti pihak UIN Sunan Ampel. (Sirrul Baari)

 

Postingan terkait..

One thought on “RAPAT KERJA RMI NU BONDOWOSO PRIORITASKAN KADERISASI ULAMA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.