Sen. Jul 15th, 2024

Seorang Guru Menurut Kiai Hasyim Asy’ari

By Nuri Marshmello Mar9,2023

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم

Lebih cocok, jika postingan ini menjadi catatan pribadi, karena penulis mengutip dari kitab Kiai Hasyim Asy’ari tentang etika guru dan pelajar. Selain karya beliau, ada banyak referensi lain seperti karya Syaikh Az-Zarnuji, Imam Ghazali dls. yang bisa dijadikan rujukan sebagai standar Kode Etik Personal seorang guru. Kiai Hasyim sendiri adalah siswa dari banyak ulama besar nan hebat, seperti Syaikh Mahfudz termas, Syaikh Zaini Dahlan, Syaikh Kholil Bangkalan dll., konon ulama sekaliber Syaikh Kholil Bangkalan sendiri masih sering belajar Hadis kepada siswanya tersebut di setiap bulan Ramadhan. Dawuh Kiai Hasyim di dalam kitabnya Adabul Alim Wal Muta’allim hal. 55 tentang Kode Etik Personal seorang guru,

  1. Selalu merasa diawasi oleh Allah, Muraqabah di setiap tempat dan waktu.
  2. Selalu merasa takut kepada Allah, yakni takut mengabaikan amanah berupa ilmu dan kebijaksanaan yang diberikan.
  3. Selalu merasa tenang alias tidak gegabah
  4. Selalu waspada akan hal-hal yang diharamkan
  5. Selalu Tawadhu’
  6. Selalu Khusyu’ atau fokus
  7. Selalu berorientasi karena Allah
  8. Tidak menjadikan ilmu sebagai sarana untuk mendapatkan kepentingan duniawi
  9. Menjaga ilmu agar tidak ternodai oleh kepentingan duniawi
  10. Bersikap Zuhud
  11. Menjauhi profesi sampingan yang kurang baik serta yang dimakruhkan
  12. Menjaga harga diri dengan tidak mendatangi tempat-tempat yang kurang dihormati
  13. Selalu bersandar pada hukum-hukum syariat
  14. Selalu berada pada lingkaran kenabian
  15. Berusaha untuk selalu mengerjakan hal-hal yang disunnahkan
  16. Berakhlak baik
  17. Membersihkan lahir dan batinnya dari hal-hal yang tidak baik
  18. Terus belajar
  19. Tidak menjelaskan sesuatu yang tidak diketahuinya
  20. Sibuk dalam aktivitas keilmuan seperti menulis, mengajar, merangkum dan lain sebagainya.

dua puluh poin diatas mungkin menjadi pengingat untuk penulis yang berusaha mengajar di Nurut Taqwa dengan sedikit ilmu yang dimiliki, beberapa poin perlu ditegaskan seperti tenang dalam mengajar, tidak merasa bahwa dirinyalah yang paling tahu atau sok alim seperti kata pepatah, seorang siswa tidak akan pernah menjadi seorang alim selama ia belajar, sedangkan orang yang mengaku alim adalah orang yang paling bodoh. Hehehe. klise sebenarnya, namun senada dengan firman Allah, dan diatas yang mengetahui, ada yang lebih mengatahui lagi.

Hal lain yakni selalu bersandar pada hukum-hukum syariat, seperti berpakaian yang sopan, untuk guru perempuan menggunakan pakaian yang rapi serta tidak terlalu menampakkan bentuk tubuh, sungguh miris, ada guru perempuan yang hanya menggunakan kaos seperti yang terjadi kemarin dan sangat tidak mencerminkan hal yang patut untuk menanamkan akhlak baik yang ada pada etik personal seorang guru.

Terakhir guru selayaknya tidak berhenti belajar karena ilmu luas sedangkan usia terbatas, juga tidak menjelaskan hal-hal yang tidak diketahuinya, seperti mengajar hal yang mungkin tidak pernah ia ketahui. sekian, semoga bermanfaat. Wassalamu Ala Man Ittaba’al Huda

Postingan terkait..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.