Sen. Jan 19th, 2026

Tips Whatsapp Tidak Dibajak dan Diteror

Hampir setiap minggu kita mendengar kabar teman atau kerabat yang WhatsApp-nya “kena bajak”. Modusnya beragam: mulai dari meminta kode OTP dengan alasan salah kirim pulsa, hingga kiriman file .APK berkedok undangan pernikahan atau resi paket yang jika diklik, seluruh data kita ludes. Belum lagi teror telepon dari nomor tidak dikenal yang menawarkan pinjaman online atau sekadar penipuan.

Agar akun Anda tidak menjadi korban selanjutnya, berikut adalah langkah “sat-set” untuk memperkuat benteng digital Anda:

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (Wajib!)

Ini adalah nyawa dari akun WhatsApp Anda. Masuk ke Setelan > Akun > Verifikasi Dua Langkah. Masukkan PIN 6 angka yang mudah Anda ingat. Dengan fitur ini, meskipun seseorang berhasil mendapatkan kartu SIM atau kode OTP Anda, mereka tetap tidak bisa masuk ke akun Anda tanpa PIN rahasia ini.

2. Waspada “Penyusup” di WhatsApp Web

Seringkali kita lupa melakukan log out setelah menggunakan WhatsApp di komputer kantor atau warnet. Selalu cek secara berkala di Perangkat Taut. Jika ada perangkat yang tidak Anda kenali, segera pilih “Keluar” atau “Log out”.

3. Gunakan Fitur “Senapkan Penelepon Tidak Dikenal”

Capek diteror telepon asuransi, pinjol, atau penipu di jam kerja? WhatsApp punya fitur brilian. Masuk ke Setelan > Privasi > Penelepon, lalu aktifkan “Senyapkan Penelepon Tidak Dikenal”. Telepon dari nomor yang tidak ada di kontak Anda tidak akan berbunyi, namun tetap muncul di daftar panggilan agar Anda bisa mengeceknya nanti.

4. Filter Pesan dengan “Getcontact” atau Sejenisnya

Jika Anda sering diteror nomor asing, gunakan aplikasi bantuan seperti Getcontact untuk melihat identitas asli nomor tersebut melalui “tag” yang diberikan orang lain. Jika tag-nya berbunyi “Penipu” atau “Pinjol”, jangan ragu untuk langsung Blokir dan Laporkan.

5. Jangan Jadi Korban “Klik Sembarangan”

Ingat satu aturan emas: Jangan pernah mengklik file dengan ekstensi .APK yang dikirim oleh nomor tidak dikenal di chat. Baik itu fotonya terlihat seperti foto paket, surat tilang, atau undangan. Itu adalah aplikasi pencuri data (Malware).

Keamanan digital dimulai dari kewaspadaan kita sendiri. Teknologi seaman apa pun akan tembus jika kita lalai memberikan kode rahasia kepada orang lain. Jadilah pengguna yang cerdas: jaga PIN Anda seperti menjaga kunci rumah, dan jangan beri panggung bagi nomor-nomor asing yang mengganggu ketenangan Anda.

Sumber Gambar: SecurityWeek

By Ibnu Husain

Santri Nurut Taqwa yang hobi ini dan itu.

Postingan terkait..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses