HADIRI BAHTSUL MASAIL U 17 DI NURUT TAQWA BUPATI BONDOWOSO UNGKAP SEDANG BERNOSTALGIA

BAHTSUL MASAIL U-17

Beberapa perwakilan dari 19 pondok pesantren se Kresidenan Besuki terlihat antusias mengikuti kegiatan Bahtsul Masail U 17 yang diselenggarakan Kerjasama Madrasah I’dadiyah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo dan Pondok Pesantren Nurut Taqwa. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut bertempat di Ruang Kelas SMK Nurut Taqwa.
Kegiatan itu mendapat apresiasi langsung dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa K.H. Makshum Zainullah. Kiai Maksum menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia sewaktu didatangi beberapa waktu lalu. ” Kule eberri’ Rajekke!” dawuh beliau kepada Lora Kholil sebagai panitia pusat sewaktu sowan beberapa hari sebelum pelaksanaan.
Bahtsul Masail itu juga mendapatkan respon positif dari Bupati Bondowoso Drs. K.H. Salwa Arifin sehingga di tengah kesibukannya, Kiai Salwa Arifin masih menyempatkan hadir di acara tersebut.
K.H. Barri Sahlawi Zain, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa ia merasa mendapat kehormatan karena Pondok Pesantren Nurut Taqwa dipercaya menjadi tuan rumah. ” Saya merasa mendapat kehormatan acara ini langsung dihadiri Bapak Bupati Bondowoso” lanjutnya.
Rasa terharu juga diungkapkan oleh Lora Kholil dalam sambutannya. ” Rasanya saya ingin menangis acara ini langsung dihadiri langsung Bupati, tapi takut dibilang cengeng!” paparnya sambil bersenda dan mendapat sambutan hangat dari hadirin. Lora Kholil juga menceritakan bahwa Bahtsul Masail U 17 pernah mendapat apresiasi dari Rais Syuriah PBNU K.H. Afifuddin Muhajir. ” Biasanya Bahtsul Masail diikuti peserta dengan usia diatas 20 tahun, tapi saat ini peserta usia 17 tahun!” tegasnya disambut tepuk tangan.
Tak ketinggalan, Bupati Bondowoso juga menceritakan pengalamannya bahwa sewaktu menjadi santri gemar mengikuti Bahtsul Masail bahkan diutus pesantren ke berbagai kota mengikuti acara tersebut. ” Dulu ketika di pesantren, Bahtsul Masail dilakukan antar kepala kamar. Kalau saya hadir ke acara ini berarti sedang bernostalgia. Kalau sekarang sudah tidak sempat sejak menjabat Bupati. Kalau selama ini, kita mengenal istilah U 17 terfokus pada sepak bola tapi saat ini ternyata istilah U 17 sudah dipakai dalam forum Bahtsul Masail ” urainya diselingi canda. Bupati juga menyampaikan pesan kalau berbahtsul masail bukan ajang debat tapi ajang saling mengingatkan. Sebelum mengakhiri sambutan dan membuka acara, Bupati juga meminta kalau Bahtsul Masail mendatang bagaimana di tempatkan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Tangsil Wetan.
Kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional. Kegiatan itu diakhiri sekitar pukul 16.00 dengan hasil rumusan yang dibagikan kepada masing-masing peserta. nurtaufikBahtsul Masa'il U17

BAHTSUL MASAIL U-17

Comments

comments